Prinsip Siphon (Xyphon) untuk Menguras Toren
Menguras toren cara cepat menggunakan Fisika:
Pada 1 September 2026, air PDAM ke rumah saya kecil bahkan mati karena ada kegiatan kemah di bagian barat Desa Sadamantra. Perkemahan tersebut menyita pasokan air untuk masyarakat yang ada di wilayah timur desa. Sebagai konteks, bagian barat mendekati naik ke gunung Ciremai.
Ketika menyalakan pompa air dari sumur, pompanya tidak menyala karena suatu masalah. Penjelasan masalah tersebut ada di artikel sebelumnya.
Sekitar sepekan kemudian, 8 September 2026, volume air di toren kami habis. Ini kesempatan yang bagus untuk menguras toren karena di bawah nya sudah banyak endapan. Saya rasa endapan tersebut adalah kapur karena warnanya yang putih keruh.
Untuk membersihkan endapan dan menguras toren kami, saya mengusulkan untuk menggunakan konsep Siphon (Xyphon) yang ada di ilmu fisika. Hal ini saya usulkan karena tidak memungkinkan bagi orang untuk masuk ke dalam toren lalu menggayung air seember-seember.
“Daripada bekerja keras, lebih baik bekerja cerdas”, pikir saya.
Usulan awal saya yaitu menggunakan konsep fisika, namun pada saat itu saya belum tau nama spesifik dari mekanisme fluida tersebut. Saya konsultasikan ke beberapa sumber yang salah dua diantaranya adalah lulusan Magister Pendidikan Fisika dan video YouTube Michael (Vsauce).
Setelah mengumpulkan informasi, saya mendapatkan bahwa konsep fisika yang relevan adalah gravitasi, tekanan hidrostatis, dan hukum Bernoulli.
Ide utamanya adalah air akan selalu mengalir ke permukaan yang lebih rendah. Hal ini disebabkan semakin dekat jarak relatif suatu lubang menuju inti bumi (gravitasi) maka tekanan yang ditimbulkan pun akan semakin besar.
Sebagai proof-of-concept, saya memutuskan untuk mencoba konsep Xyphon ini menggunakan peralatan dapur. Diantaranya, gelas, sedotan, dan air.
(Video menyusul)
Kami menyediakan selang yang panjangnya lebih dari 2 kali tinggi toren.
Here are some more articles you might like to read next: